Mungkin hanya satu yg kita bisa banggakan yaitu Juara SEA GAMES 1991. Dan apakah masih ada
Kongres pada 20 Mei lalu yang gagal membuat kita harap-harap cemas, karena hampir 'pasti' kita mendapat hukuman dari FIFA. Ini tidak lain akibat ulah kelompok 78 yang terus-menerus berbicara tidak karuan dalam kongres itu.Sejak Kongres di bukal pukul 14.30 hingga pukul 21.00 mereka terus mengoceh kayak bayi yang sedang kelaparan. Mereka terus mempertanyakan mengapa hasil banding GT dan AP ditolak.Hingga sampai perwakilan FIFA menegaskan dengan berulang-ulang. ( Dalam hati gua "jangan-jangan kelompok 78 ga ngerti bahasa Indonesia ya?? padahal udah ada penerjemahnya di sampingnya")
Karena sudah tidak kondusif lagi Kongres pun di tutup oleh pak Agum Gumelar sambil mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat pecinta sepakbola.
Selepas dari hasi Kongres itu dengan hasil "deadlock" kita hanya bisa pasrah dan berharap semoga FIFA memberi sanksi yang ringan dan kalau bisa tidak di beri sanksi. Dan jika kita mendapat sanksi yang agak ringa adalah " Sepakbola kita tidak boleh ikut dalam ajang resmi FIFA seperti PD,AFF Cup,Piala Asia,Liga Champions Asia,dan lain-lain dalam beberapa tahun".Sesuai sanksi itu juga para pemain 'asing' yang ada di Indonesia akan meninggalkan negara ini setelah sanksi diberikan.
Dan para pemain-pemain timnas U-23 yang di persiapkan untuk SEA GAMES akan percuma,karena kita tidak boleh mengikuti kompetisi yang ada di bawah naungan FIFA. Begitu juga tim S.A.D yang sekarang ini menimba ilmu di Uruguay yg dipersiapkan untuk menghadapi PD nanti.
Sedangkan tim Juara ISL dan Copa tidak akan bisa mengikuti kompetisi tingkat Asia.Nasib Persipura sendiri yang lolos ke babak 8 besar AFC Cup sedang di ujung tanduk dan jika sanksi FIFA turun maka tidak akan melanjutkan perjuangan mereka.
Semoga usaha pak Agum Gumelar untuk berangkat ke Swiss menemui FIFA dapat membuahkan hasil yang Positive. Aminn..
Dan semoga PASUKAN GARUDA dapat berprestasi lebih baik lagi.!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar